Selamat Tinggal 2009 Selamat Datang 2010

Dalam rangka pergantian tahun,  AMPUH akan menyelenggarakan pesta kembang api pada malam pergantian tahun tersebut. Acara ini rencananya akan dihelat di lokasi sekitar Tugu Purworejo. Untuk melengkapi acara tersebut, akan disiapkan pula pesta bakar jagung. Sementara untuk acara lain semacam band ataupun karaoke, masih dalam penjajakan.

Tahun baru 2010 di Purworejo diharapkan juga akan bertambah meriah dengan adanya pemasangan umbul-umbul AMPUH yang menurut rencana akan selesai pembuatannya pada hari tersebut. Pasti banyak yang penasaran, seperti apa sih bentuk umbul-umbul AMPUH yang baru???

Tunggu saja tanggal mainnya….

Berbagi Ceria di Bumi Pacitan

Di penghujung tahun 2009 ini AMPUH berkesempatan menjalin keakraban antar sesama warga Dusun Purworejo dalam acara Jelajah Wisata Pacitan 2009. Acara yang bertujuan untuk rekreasi ini diikuti oleh 48 peserta, terdiri dari bapak2, ibu2, adik2 remaja dan tentu saja Pemuda-Pemudi Purworejo yang tergabung dalam Ampuh Community….. Acara berlangsung pada hari Minggu, 13 Desember 2009 dengan rute Jogja-Pacitan-Bali-Pakem…. (halah..)

Perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB untuk berkumpul di Cinta Cell, markas besar AMPUH (untuk sementara…… maklum belum punya dana buat beli tanah dan bikin bangunan). Bus Putra Remana pun datang pada pukul 06.30…. namun dasar jam karet mania, jan 07.30 baru bisa berangkat.

Sepanjang perjalanan, peserta nampak ceria….. pada awalnya. Namun begitu memasuki wilayah Pacitan yang berkelok-kelok…. satu persatu wajah pucat pun bermunculan…. Apalagi sepanjang perjalanan menuju pantai teleng ria yang benar-benar bikin kepala teleng-teleng…..

Sesampai di Teleng Ria, kami langsung disambut oleh penyanyi dangdut disana… namun bukan itu yang diharapkan para peserta, melainkan makan siang atau minum sekedarnya untuk menghilangkan pening. Dan berhubung makan juga tidak kunjung dibagikan — bukan panitia kejam, tapi karena belum jam 12 teng — peserta pun membanjiri warung2 yg berjajar di sepanjang kompleks obyek wisata Teleng Ria….

Setelah pening hilang, beberapa peserta mulai berpesta dengan menceburkan diri di laut…. Setelah puas, dilanjutkan dengan makan dan sholat.

Perjalanan dilanjutkan ke goa gong…. meski sempat kebayang kepala yang tuing2…. namun teryata perjalanan ke goa gonk relatif  lebih lancar. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya jumlah peserta yang mabok….

Di Goa Gong peserta bisa melihat keindahan goa alam yang indah nan eksotis…. meski harus menaiki tangga yang tingginya minta ampun, namun sama sekali tidak terasa lelah setelah kembali dengan membawa kenangan yang unforgetable…. (opo kuwi…?)… Goa gong memiliki ruang yang sangat luas dengan hiasan stalaktit dan stalagmit  –bener ga sie— yang menakjubkan. Sekeluar dari gua, para peserta pun membanjiri cindera mata khas pacitan, yaitu cincin akik…

Jam 4 sore, peserta mulai meninggalkan bumi pacitan…. namun baru sampai wonogiri, ban belakang bis ada 1 yang kempes, bagian kanan dalam… maka semua peserta pun turun buat menghirup udara segar. Kesempatan juga nie buat pedekate ———— ada ga ya————

Alhamdulillah, proses pergantian ban lancar…. peserta melanjutkan perjalanan pulang dan sampai rumah pukul 20.30 WIB disambut oleh keluarga yg menanti oleh2 dari pacitan……

Jelajah Wisata Pacitan 2009

Di penghujung tahun 2009 ini, dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke 11, AMPUH akan menyelenggarakan jelajah wisata menuju Pacitan. Acara ini rencananya diselenggarakan tanggal 13 Desember 2009, bertepatan dengan hari Minggu…

piknik11

Acara ini dibuka untuk umum, warga Dusun Purworejo. Peserta dikenakan kontribusi Rp. 60.000,- dengan mendapatkan fasilitas bus AC, makan siang serta biaya retribusi menuju obyek wisata.

Adapun obyek wisata utama yang menjadi tujuan adalah Goa Gong, disamping beberapa obyek lainnya. Bagi yang berminat bisa segera mendaftar ke cinta cell. Buruan, karena tempat terbatas.

11 tahun : sebuah evaluasi

Harus diakui bahwa 11 tahun bukanlah usia yang cukup dewasa untuk ukuran manusia. Pun untuk sebuah organisasi. Semenjak kepemudaan Purworejo mendeklarasikan diri dengan nama AMPUH, alias Angkatan Muda Purworejo Hargobinangun, pasang surut organisasi selalu mewarnai perjalanannya.

Namun dibalik itu harus kita syukuri pula bahwa AMPUH masih tetap eksis hingga sekarang, dan mampu menghasilkan banyak karya untuk masyarakat. Hanya saja semakin matang dalam usia, seharusnya pula diimbangi dengan semakin matang dalam berkarya.

Di luar itu tak ada salahnya kita bersuka cita sejenak, merayakan usia kita yang sudah mencapai 11 tahun. Dan tidak lupa pula tetap rendah hati, memegang teguh cita-cita, serta berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar perjalanan ke depan diberi kelancaran… Amien…

Marilah kita berdoa sejenak untuk kejayaan AMPUH….

Mengheningkan cipta…… mulai….

ampuh 11thjpg

Peringatan Sumpah Pemuda

Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda dan sekaligus HUT AMPUH yang ke 11 pada tanggal 28 Oktober 2009, AMPUH berencana mengagendakan sebuah kegiatan.

Hanya saja bentuk kegiatannya masih dipikirin nich….

Ada yang punya ide?

Refleksi Sumpah Pemuda

satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Demikian bunyi sumpah yang di kukuhkan oleh para pemuda dalam mempersatukan bangsa dan juga cikal bakal pembentukan negara kesatuan RI di tanggal 28 Oktober 1928 yang sekarang ini dikenal dan diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Gaung sumpah pemuda itu memang mampu menginspirasi gerakan para pejuang bangsa sehingga mereka memiliki tekad dan semangat pantang mundur untuk membela bangsa dan tanah air. Dan kemerdekaan RI yang berhasil diraih pada tanggal 17 Agustus 1945 tentunya tak lepas dari gaung sumpah pemuda ini. Sebagai pemuda yang hidup di era globalisasi saat ini sudah sepantasnya kita meneruskan cita-cita para pencetus sumpah itu, karena nilai sejarah perjuangan tak bisa dilepaskan dari peran serta pemuda. Pastinya kamu telah mempelajari sejarah dan pernah mendengar tentang devide et impera, suatu jenis politik yang dicanangkan oleh Belanda untuk mencerai beraikan bangsa ini, hingga lahirlah Sumpah Pemuda itu yang menjadi roh pemersatu bangsa.

Peringatan Sumpah Pemuda barangkali bisa dijadikan momentum untuk melakukan sumpah untuk bangsa dan negara Indonesia. Mencermati kondisi bangsa yang semakin lama semakin memperhatikan saat ini kita sebagai pemuda Indonesia perlu bersumpah untuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk penyelamatan negara. Apa sajakah bentuk tindakan untuk menyelamatkan negri tercinta ini. Bagaimana mengembalikan predikat sebagai bangsa yang baik yang tidak korup di mata dunia internasional, walaupun sudah terlambat tetapi seyogyanya sebagai pemuda bangsa kita harus bersikeras melawan korupsi yang sudah bersemayam dalam jiwa, lakukan dengan sungguh-sungguh tidak hanya sekedar wacana saja.

Saat ini perkembangan zaman sungguh luar biasa apabila tidak didukung dengan adanya moral, mental dan ikhtiar serta doa, kehidupan kita akan terbelenggu dengan kehidupan hedonis atau materialistis. Akan dibawa kemanakah nantinya para pemuda Indonesia apabila sudah tak mampu lagi menepis godaan duniawi, sudah tidak mampu lagi menghargai vitalitas hidup apalagi memiliki rasa nasinalisme lagi.

Letakkan supremasi hukum diatas segalanya karena apabila hukum sudah tidak dihormati lagi sudah tidak di takuti lagi, pastinya makin merajalela saja pelanggaran-pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara.

Bertindak bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat luas, jangan dibalik mengatasnamakan rakyat tapi untuk kepentingan sendiri. Sudah menjadi kewajiban utama siapapun yang berkuasa senantiasa harus memihak rakyat, karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, dari rakyat dan untuk raykat.

Mulai saat ini teman-teman kawula muda sudah tidak ada lagi waktu untuk bermalas-malasan apalagi bermanja-manja, belajar dan belajar, jadikan pengalaman kehidupan yang sudah ada untuk kalian jadikan cermin dalam melangkah membangun negri tercinta kita Indonesia. Berikan contoh dan hasil perjuangan kalian untuk generasi yang akan datang nantinya. Selamat berjuang teman…Hidup Pemuda Indonesia!

Tujuh belasan ngapain neee…..

Tanpa terasa Bulan Agustus akan segera hadir lagi di tengah-tengah masyarakat Purworejo. Selalu ada yang istimewa si Bulan Agustus. Begitulah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Karena seringnya menampilkan pentas-pentas dari kalangan internal, maka pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan pun selalu segar, mengingat  warganya juga semakin lama semakin bertambah. Baik bertambah dari segi jumlah maupun dari segi usia.

Yang lebih istimewa lagi adalah bahwa pada Agustusan kali ini Purworejo juga bakalan kedatangan KKN dari UNY yang menetap di Purworejo selama 2 bulan, Juli-Agustus. Artinya akan semakin banyak pula tenaga yang bakalan mempersiapkan hajatan akbar yang bisa pula dikatakan sebagai pesta rakyat Purworejo.

Lalu apa ya yang spesial pada tujuh belasan kali ini?? Nah inilah yang masih perlu menjadi pemikiran kita bersama. Yang jelas kegiatan semacam pengecatan dan pemasangan bendera jelas. Kemudian lomba-lomba juga jelas. Nah, untuk pentas seni ini nie yang perlu sedikit sentuhan kreatif. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya masyarakat nantinya bisa merasa terhibur dan punya kebanggaan terhadap kampung halamannya karena kesenian yang ditampilkan toh juga hasil karya sendiri. Begitu pula dalam hal pembuatan film seperti yang tahun kemarin dibuat.

Maka buat temen2 yang punya ide2 kreatif buat tujuh belasan tahun 2009 ini, disampaikan saja, siapa tahu nantinya bisa berkembang tidak sebatas ide yang terlontar.

Refleksi Peringatan Hari Kartini

Jika kebaya dan baju adat adalah sebuah identitas yang selalu muncul tatkala peringatan hari kartini, maka substansi dari peringatan tersebut seharusnya juga selalu muncul di benak kita. Jika wanita begitu dimuliakan dan mendapat tempat yang istimewa pada setiap tanggal 21 April, maka makna dari pemuliaan tersebut harus bisa kita tangkap dan kita telaah dengan melihat fenomena sosial yang terjadi saat ini.

Bisa dikatakan laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya lagi di zaman modern ini. Perbedaan yang benar-benar terasa adalah antara kaya dan miskin. Namun meski demikian perjuangan perempuan tetap menggelora di setiap pelosok negeri, hal ini menandakan bahwa hak perempuan masih di bawah yang mereka harapkan karena toh masih juga diperjuangkan.

Entah apa sebenarnya perbedaan antara wanita dan perempuan. Konon istilah perempuan itu lebih santun. Tapi saya harap kita tidak terlalu mempersoalkan perbedaan itu. Di balik kosakata yang tidak tegas perbedaannya tersebut, sesungguhnya layak kita cermati potensi perempuan dalam pembangunan masyarakat dewasa ini. Jika selama ini perempuan selalu identik dengan pekerjaan dapur, maka ada baiknya kita bertanya kembali, apakah hanya itu yang bisa diperbuat oleh perempuan?

Jika ibu kartini menghasilkan sebuah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, maka dari situ tersirat kesan bahwa wanita di masa lalu mengalami masa yang sungguh suram. Namun dengan perjuangan RA Kartini, maka perempuan saat ini jadi bisa memiliki kesempatan untuk berkarier yang sejajar dengan kaum laki-laki. Jika memang demikian, maka apa tidak bisa kalau penentuan posisi di masyarakat itu tidak usah memandang laki-laki dan perempuan?

Tentu saja dalam batas yang masih harus memisahkan antara keduanya, masih bisa lah kita terima. Semisal di WC umun harus ada pemisahan antara toilet laki-laki dan perempuan. Juga di dalam perlombaan cabang olah raga, kita bedakan antara laki-laki dan perempuan. Tapi disamping itu sebenarnya laki-laki dan perempuan sudah bisa kita lihat dari sisi yang berbeda.

Maksudnya begini, profesi seperti tukang masak, tukang jahit, tukang cuci, ternyata sekarang sudah bisa dikelola secara profesional dengan manajemen bisnis. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh perempuan ini pun mulai ditekuni pula oleh laki-laki. Sedangkan profesi yang lebih mengandalkan kemampuan akademisi seperti pengacara, dosen, dokter, akuntan dan juga wartawan, tampak perempuan lebih mudah untuk bisa masuk kesana, karena dari sudut pandang pemasaran, wanita memiliki kelebihan. Jadi ada baiknya pula para perempuan berfikir untuk tidak perlu lagi mempermasalahkan kesetaraan gender. Apakah mereka merasa terjajah juga ketika tukang masak dan cuci baju mulai didominasi laki-laki? Bukankah kita tidak pernah mendengar demo masalah itu?

Namun yang jadi titik persoalan sesungguhnya adalah seberapa besar hasrat kaum wanita untuk bisa mandiri membangun bangsa ini. Seberapa besar etos kerja mereka, seberapa besar kemauan mereka untuk berinovasi membuat hari esok yang lebih baik. Nah, hal semacam ini jarang sekali kita dengar di tengah hiruk pikuk peringatan hari-hari yang berhubungan dengan perempuan. Padahal jika itu yang jadi fokus perhatian, wanita justru akan lebih bisa memfokuskan diri pada peranannya. Hal2 yang berbau gender yang masih terjadi di masyarakat, otomatis akan tertutupi oleh semangat membara para perempuan. Semoga saja perempuan bisa lebih berperan bagi masyarakat.

Start the project

Pembuatan internet buat warga satu wilayah atau yang lebih populer dengan sebutan RT/RW net akan segera dimulai di Purworejo. Penghubungan jarungan yang semula direncanakan akan menggunakan antena wajanbolic ini akhirnya diputuskan untuk memakai kabel saja, karena lebih aman dan lebih bagus pula hasilnya.

Permasalahan yang muncul kemudian adalah seberapa panjang kabel yang dibutuhkan, serta berapa rupiah modal harus dikeluarkan demi terhubungnya jaringan internet di Purworejo ini. Nah, untuk memecahkan masalah tersebut hari ini akan mulai diadakan survei pengukuran jarak antar rumah yang kira2 nantinya akan ikut berlangganan jaringan internet yang dikoordinatori oleh AMPUH ini.

‘Proyek’ jelas masih panjang. Ini baru langkah awal. Belum sosialisasi dan lain2 yang memerlukan banyak energi. Namun begitulah, setiap perubahan menuntut pengorbanan. Tapi rasa lelah itu pasti akan hiang dalam sekejap manakala hasil karya kita bisa dinikmati oleh orang banyak.

AMPUH.NET

Menggunakan sebuah server untuk dipakai bersama. Ya, begitulah kira2 rencana ‘proyek’ yang kami tawarkan. Meski baru wacana, namun banyak respon positif berdatangan dari warga Purworejo. Namun untuk merealisasikannya tentunya harus menghubungi beberapa pihak, atau istilah lainnya minta restu gitulah. Karena yang namanya internet itu identik dengan pisau. Apakah akan membawa manfaat ataukah membawa bencana, tergantung pada pemakainya. Nah, disinilah yang perlu dipertimbangkan. Apakah tingkat kedewasaan masyarakat sudah dianggap cukup untuk bersama2 mengakses internet lewat satu server.

Bukan cuma masalah situs2 dewasa saja yg jadi masalah. Namun jika nantinya setelah pada pinter ternyata malah jadi hecker, bagaimana? There are so many aspect that we must think carefully.

Tapi jika dipikir2, kalo kita mau maju emang harus berani ngadepin resiko kan? Lha wong caleg2 aja sekarang gagah berani menatap masa depan yang ga jelas koq. Nah, jika internet sudah di tangan, dan kita cuma mengeluarkan 50 ribu-an bwt akses 24 jam non stop per hari, bukankah kesempatan kita untuk maju makin terbuka?

Jadi sehubungan dengan itu, pengurus AMPUH minta sumbang saran nie dari rekan2 atau siapa saja yang merasa berminat terhadap topik ini untuk memberi masukan kepada kami. Sehingga pada akhirnya kami bisa mengambil keputusan, jadi ngga nie ngenet barengnya???

Resminya akan kami publikasikan pada rapat pemuda, yang Insya Allah dilaksanakan bulan April ini habis pemilu.